Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Teluk Bintuni Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Asia Kini Tak Ketinggalan dari yang Lain

  • Oleh ANTARA
  • 05 Desember 2022 - 07:40 WIB

BORNEONEWS, Jakarta - Australia boleh tersingkir dari Piala Dunia 2022, tetapi cara mereka terlempar dari turnamen ini mengundang decak kagum banyak kalangan.

Mereka ditekan tetapi berani balik menekan tim yang dalam parameter apa pun berada di atas Australia.

Australia yang memiliki 16 pemain berbasis di Eropa dalam skuadnya tapi tak satu pun bermain untuk klub top benua itu, bangkit melawan tim yang dihuni nama-nama mentereng yang bermain di liga top di Eropa yang rata-rata klub-klub raksasa benua ini.

Sama sekali tak terlihat ada rendah diri dan inferior dari pemain-pemain Australia sehingga harus menumpuk begitu banyak pemain di daerah pertahanan sendiri.

Butuh sebuah tim sekuat dan sefantatis Argentina serta seorang "alien" seperti Lionel Messi, untuk menyingkirkan Australia yang nyaris memaksa salah satu favorit juara dunia 2022 itu bermain imbang yang mungkin berakhir dengan skenario adu penalti.

Cerita tentang Australia adalah bagian dari kisah sukses wakil-wakil Konfederasi Sepak bola Asia (AFC) di mana Australia yang benua tersendiri menjadi salah satu anggotanya.


Untuk pertama kali dalam sejarah Piala Dunia, AFC sukses meloloskan tiga wakilnya ke babak knockout.

Tak pernah situasi ini terjadi dalam turnamen-turnamen Piala Dunia sebelumnya, termasuk Piala Dunia 2002 yang juga diadakan di Asia, tepatnya Jepang dan Korea Selatan.

Bahkan Jepang masuk babak 16 besar sambil menyandang predikat juara Grup E yang di dalamnya terdapat mantan juara dunia Spanyol dan juara dunia empat kali Jerman yang justru pulang lebih dulu persis seperti empat tahun silam di Rusia.

Dua kampiun sepak bola sejagat itu tak berkutik di tangan Jepang.

Bersama Arab Saudi, dan juga Korea Selatan ketika menjungkalkan Portugal, Samurai Biru adalah tim-tim Asia yang menciptakan kejutan terbesar dalam Piala Dunia 2022.

Australia juga tidak kebetulan lulus dari ujian grup. Mereka lolos ke babak 16 besar setelah mengumpulkan enam poin, sama dengan jumlah poin yang dikoleksi juara Grup D, Prancis.

Australia yang sebelum dianggap tim paling lemah di Grup D, malah finis kedua di atas Tunisia dan Denmark yang mantan juara Eropa serta semifinalis Euro 2020 setahun lalu.

Cara Korea Selatan meloloskan diri dari grupnya juga seindah Jepang dan Australia, termasuk saat mengakhiri perlawanan juara Piala Eropa 2016, Portugal, dalam laga terakhir Grup H dengan skor 2-1.

Berita Terbaru