Software Pemenangan Pilkada 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Dua Pengurus DAD Kalteng Dipanggil Bareskrim Polri Terkait Misteri Dana Rp 2,8 M PT BMB

  • Oleh Pathur Rahman
  • 30 Juni 2023 - 16:30 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Tahun 2022 lalu pengurus Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Sadarogi Henoch Binti bersama Ingkit Djaper, melaporkan dua oknum pengurus DAD Provinsi Kalteng ke Ditreskrimum Polda Kalteng.

"Saat ini status laporan tersebut dinaikkan ke tahap Penyidikan. Tim Penyidik pada Subdit Dit Tipidum Bareskrim Polri, yang menangani kasus tersebut, bergerak cepat dengan memeriksa saksi-saksi untuk membuat terang dugaan tindak pidana tersebut," Kata Ingkit Djaper dalam rilisnya kepada awak media.

Lanjutnya, pada Rabu, 28 Juni 2023 lalu, dirinya bersama Sadarogi Henoch Binti atau akrab di sapa Ririn binti, di panggil ke Bareskrim Polri untuk dimintai keterangan dan sebagai saksi adanya penggelapan dana sebesar Rp 2,8 Miliar.

“Dana yang seharusnya menjadi hak DAD Kalteng tersebut, berawal dari perjanjian kerja sama antara PT BMB dengan DAD Kalteng, namun ternyata dana miliaran rupiah bantuan untuk operasional DAD Kalteng tersebut tidak dikirim ke rekening DAD Kalteng secara organisasi, tetapi justru dikirim ke rekening salah satu oknum pengurus DAD Kalteng “ jelasnya.

Sementara itu Ririn Binti menegaskan, upaya hukum di Polda Kalteng terpaksa dilakukan , karena saat musyawarah dengan pihak terkait tidak ada titik temu, karena mereka menganggap kerja sama.

Yang mereka lakukan sudah sesuai aturan, padahal saat melakukan kerja sama dengan PT BMB, mereka membawa nama DAD Kalteng, namun dana yang dikirim masuk rekening pribadi oknum pengurus.

“Apa yang kami lakukan adalah untuk mengembalikan hak orang Dayak, karena dana senilai Rp 2,8 miliar harus masuk rekening DAD Kalteng, dan apabila dana tersebut dikelola dengan baik, maka akan sangat berguna untuk kemajuan orang Dayak, salah satunya untuk membantu bea siswa bagi pelajar, maupun Mahasiswa orang Dayak yang berpretasi namun tidak ada biaya untuk pendidikan mereka “ pungkasnya. (PATHUR/H)

Berita Terbaru