Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Manado Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Disebut Anak Dajal, Alasan Pelaku Bunuh Ibu Kandung

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 21 November 2023 - 15:00 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Tersangka seorang pemuda berinisial MFS (22) warga Desa Pandu Senjaya, Kecamatan Pangkalan Lada, yang tega menganiaya dan membunuh ibunya, mengaku kesal dan sakit hati atas perkataan ibunya yang menyebut dirinya anak dajal dan bukan anak kandung.

Hal tersebut dikatakan tersangka, saat dihadirkan dalam Jumpa Pers yang dipimpin oleh Kapolres Kobar AKBP Bayu Wicaksono pada Selasa, 21 November 2023.

"Saya sakit hati pak, karena mama itu kalau memarahi terlalu berlebihan. Sampai bilang kamu tu bukan anak ku. Ngga usah nganggap aku mama. Sampai keluar kata anak dajal. Kemudian saat kejadian itu, mama mengungkit masalah atau kesalahan saya yang dulu - dulu," kata tersangka saat diintrogasi Kapolres.

Kapolres Kobar AKBP Bayu Wicaksono menyampaikan, dalam menangani perkara tersebut, pihaknya akan menyelidiki lebih lanjut. Jadi, tidak cukup hanya dari keterangan tersangka.

"Kita akan dalami kasus ini, apakah ada motif lainnya penyebab tersangka tega menganiaya hingga ibu kandungnya meninggal," ungkapnya.

Ia menyampaikan, kasus pembunuhan ini terjadi di Jalan Ahmad Yani Kilometer 40 RT 21 RW 07, Desa Pandu Senjaya, Kecamatan Pangkalan Lada, Minggu, 19 November 2023, sekitar pukul 16.30 WIB.

Usai menghabisi nyawa ibunya, tersangka ini mengunci pintu kamar dari dalam sampai dengan 1 hari. Kemudian pada Senin, 20 November 2023, tersangka menyerahkan diri ke polisi yakni Polsek Pangkalan Lada.

"Saat kejadian, bapaknya memang ada di rumah. Tetapi posisinya sedang di toko, kemudian juga sudah mengalami penurunan penglihatan," ungkapnya.

Adapun kronologis kejadiannya, sebelumnya ibu dan anak ini sempat terlibat cekcok melalui sambungan telepon seluler, hingga pelaku memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuanya.

Pada saat tersangka berada Semarang sedang melaksanakan kuliah, tersangka sering dimarahi oleh korban via telepon yang membuat tersangka sakit hati.

Berita Terbaru