Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Sijunjung Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Usung Tema Kearifan Lokal, Ini Aksi Market Day Siswa MIN 1 Kapuas Program P5 PPRA

  • Oleh Dodi Rizkiansyah
  • 26 November 2023 - 15:12 WIB

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kapuas telah melaksanakan aksi implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamiin (P5-PPRA) dengan mengusung tema jearifan lokal.

Kegiatan yang mengambil topik 'Makanan Tradisionalku' itu berlangsung di halaman MIN 1 Kapuas, Komplek PGRI. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ahmad Yani, didampingi Anang Nazaruddin selaku pendamping dari Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin.

Kepala MIN 1 Kapuas, Ahmad Yani memberikan apresiasi atas terselenggaraanya kegiatan tersebut. Dia berharap, dengan adanya kegiatan Market Day, siswa berperan aktif agar tujuan pelaksanaan kegiatan tercapai.

“Mencintai produk kearifan lokal, khususnya makanan tradisonal yang banyak macamnya merupakan tujuan utama dari proyek P5-PPRA," katanya, Minggu, 26 November 2023.

Dia bersyukur, aksi P5-PPRA ini didukung oleh masyarakat dan orang tua siswa. Hal ini terlihat jelas pada saat saat pelaksanaan aksi bazar dibuka tidak lebih dari 30 menit, semua produk yang dijual siswa berupa berbagai makanan tradisional habis terjual.

"Saya ucapakan terima kasih keapda semua pihak yang terlibat dan mendukung pelaksanaan kegiatan ini," ucapnya.

Sebelumnya, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum MIN 1 Kapuas, Ardani menjelaskan, ada beberapa tahapan dalam perencanaan rangkaian kegiatan. Pertama, tahapan perencanaan. Wali kelas diharapkan memberikan pengarahan kepada siswa tentang aksi P5-PPRA.

Kemudian, siswa-siswa menentukan karya yang akan dibuat sesuai dengan tema dan topik yang telah ditetapkan.

Kedua, tahapan pelaksanaan. Siswa yang telah membuat karya berupa makanan tradisional akan ditampilkan dan dibazarkan di halaman MIN 1 Kapuas komplek PGRI. 

Dalam pelaksanaan aksi P5-PPRA ini melibatkan seluruh siswa dari kelas 1 sampai dengan 6. Setiap kelas akan membuat karya jenis makanan tradisional, menampilkan dan membazarkannya minimal 1 jenis makanan tradisional.

“Kita libatkan semua peran mulai dari peserta didik, guru, orang tua wali, teman dan keluarga untuk membuat sebuah bazar makanan tradisional mulai dari menentukan makanan yang akan dibuat, latihan membuat makanan tersebut di rumah, menampilkan, membazarkannya dan juga membuat poster ajakan untuk mengkonsumsi makanan tradisional," jelasnya.

Tahapan terakhir yaitu melalui proyek ini, peserta didik diharapkan dapat mengembangkan tiga dimensi dari Profil Pelajar Pancasila yakni dimensi kemandirian, gotong royong dan berkebhinnekaan Global (mengenal dan menghargai budaya).

“Dengan kegiatan Market Day bertema kearifan lokal ini bertujuan untuk memperkenalkan dan memberikan wawasan kepada siswa bahwa setiap daerah itu kaya akan budaya termasuk makanan tradisional. Kami mengajak siswa agar mencintai produk sendiri," pungkasnya. (DODI/Y)

Berita Terbaru