Aplikasi Rekapitulasi Pilkada 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Investasi di Malaysia Pada 2023 Menembus Angka Rp1,07 Kuardriliun

  • Oleh ANTARA
  • 23 Februari 2024 - 12:20 WIB

BORNEONEWS, Kuala Lumpur - Malaysia mencatat investasi tertinggi yang disetujui sepanjang sejarah menembus angka 329,5 miliar ringgit Malaysia (RM) atau sekitar lebih dari Rp1,07 kuardriliun pada 2023, demikian menurut Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim.

Jumlah tersebut lebih tinggi 23 persen jika dibandingkan dengan 2022, dan penanaman modal asing menjadi penyumbang utama sebesar 57,2 persen dibanding penanaman modal dalam negeri sebesar 42,8 persen.

Anwar melalui akun media sosialnya diakses di Kuala Lumpur, Jumat, menyebutkan kinerja yang sangat baik itu ditopang oleh lonjakan penanaman modal dalam negeri sebesar 35,1 persen serta peningkatan penanaman modal asing sebesar 15,3 persen.

Hal itu, menurut dia, merupakan tanda yang jelas bahwa kebijakan ramah investasi dan ramah bisnis yang diterapkan melalui pendekatan seluruh pemerintah telah mulai membuahkan hasil dalam meningkatkan kepercayaan investor.

Dalam rapat Dewan Investasi Nasional, Anwar memimpin pembahasan arah investasi digital negara tersebut seiring dengan perkembangan sektor ekonomi digital yang diproyeksikan mampu berkontribusi 25,5 persen dibanding tahun 2021 yang mencapai 23,2 persen.

Pada periode 2021 hingga 2023, total 396 proyek terkait digital telah disetujui dengan nilai investasi RM128,9 miliar (sekitar Rp420,4 triliun) di sektor pusat data, komutasi awan, hosting data, analisis data besar dan kecerdasan buatan.

Investasi pada proyek digital itu diharapkan data menciptakan 36.553 lapangan kerja bagi masyarakat lokal, kata Anwar.

Kehadiran perusahaan digital terkemuka dunia dan pemimpin pasar global di Malaysia juga memberikan sinyal penting bahwa Malaysia memiliki ekosistem investasi yang menarik dan kondusif untuk investasi digital.

“Oleh karena itu, saya menekankan agar departemen dan lembaga pemerintah memfasilitasi semaksimal mungkin potensi investasi digital tanpa mengorbankan aspek terkait keamanan data dan kedaulatan nasional,” ujar Anwar.

ANTARA

Berita Terbaru