Suara Rakyat Kalimantan
www.borneonews.co.id
 

Program 1 Desa 1 PAUD Terus Diupayakan

Kegiatan belajar mengajar di salah satu PAUD di Kabupaten Murung Raya.
Kegiatan belajar mengajar di salah satu PAUD di Kabupaten Murung Raya.

BORNEONEWS, Murung Raya -  Masih belum meratanya fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Murung Raya (Mura), terutama didaerah pedesaan, membuat program 1 Desa 1 PAUD terasa sulit diwujudkan dalam waktu dekat.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Kabupaten Mura, Lynda Kristian emengatakan, tentunya program 1 Desa 1 PAUD tersebut akan terus diupayakan terwujud dengan cara terus berkoordinasi dengan pihak terkait.

Lynda menjelaskan, saat ini jumlah PAUD di Kabupaten Mura lebih dari seratus unit. Namun persebarannya hanya berada di daerah ibu kota kecamatan maupun di desa yang letaknya dekat dengan ibu kota kecamatan.

“Tentu hal ini akan terus kita upayakan agar PAUD bisa ada di setiap desa. Blla dipikirkan melalui program 1 Miliar 1 Desa yang dikucurkan setiap tahun, hal ini mungkin akan bisa terwujud segera,” ungkap Lynda yang juga menjabat sebagai Bunda PAUD Kabupaten Mura ini, baru-baru ini.

Menurut Lynda, saat kebanyakan desa menggunakan anggaran Rp1 miliar 1 desa kecenderungan hanya untuk membiayai pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, air bersih, maupun listrik. Sedangkan untuk fasilitas pendidikan seperti PAUD hampir tidak ada.

”Kebanyakan desa belum bisa memahami karena hampir sepenuhnya dana dari berbagai program larinya ke fisik. Padahal dari sisi pendidikan juga penting. Makanya itu yang harus disampaikan kepada kepala desa maupun camat karena dalam anggran 1 desa 1 milyar bisa juga untuk mendirikan PAUD,” tambah Lynda.

Tidak hanya PAUD, menurut Lynda, pelayanan Keluarga Berencana (PKB) juga perlu ada di setiap desa. Sebab hal ini juga penting karena pelayanan KB juga jarang dilaksanakan di desa, terutama yang letaknya jauh dari jangkauan.

Lynda mengaku, dirinya sebagai bunda PAUD tidak bisa bekerja sendiri dan harus kerja kroyokan serta adanya penggagaran khusus untuk pembangunan PAUD. (SUPRI ADI/m)

Berita Terkait

Himapudi dan IGTKI Diminta Gencarkan Sosialisasi Wajib PAUD

Himapudi dan IGTKI Diminta Gencarkan Sosialisasi Wajib PAUD

borneonews- kasongan: bunda pendidikan anak usia dini (paud) kabupaten katingan
Bunda PAUD Launcing Gerakan Manjur

Bunda PAUD Launcing Gerakan Manjur

kasongan - gerakan nasional pembelajaran aku anak jujur (gerakan
Peringati Hardiknas Puluhan Bocah PAUD Ikuti Lomba Mewarnai

Peringati Hardiknas Puluhan Bocah PAUD Ikuti Lomba Mewarnai

kasongan - puluhan bocah pendidikan anak usia dini (paud)
Rp1,7 Miliar untuk Pembangunan  Asrama Polres Lamandau Tahun ini

Rp1,7 Miliar untuk Pembangunan Asrama Polres Lamandau Tahun ini

kapolres lamandau akbp johanes pangihutan siboro, sabtu (23/4/2016) meresmikan gedung
Meriahkan Hari Kartini ke-137 dengan Lomba Fashion Show

Meriahkan Hari Kartini ke-137 dengan Lomba Fashion Show

hari kartini ke-137 di kabu­pa­ten sukamara diperingati de­ngan lomba fashion
Desa di DAS Barito Terancam Terendam

Desa di DAS Barito Terancam Terendam

puruk cahu - seringnya hujan turun melanda kabupaten murung
Bangunan Sekolah SDN Sungai Cabang Barat Memprihatinkan

Bangunan Sekolah SDN Sungai Cabang Barat Memprihatinkan

sukamara – keadaan bangunan sekolah dasar negeri (sdn) sungai
Warga Desa Janggi Keluhkan Guru Sekolah Dasar Malas Ngajar

Warga Desa Janggi Keluhkan Guru Sekolah Dasar Malas Ngajar

barito-selatan - warga desa janggi, kecamatan karau kuala, barito
Pengelolaan ADD dan DD Harus Tepat Sasaran

Pengelolaan ADD dan DD Harus Tepat Sasaran

badan pemberdayaan ma­syarakat desa (bpmd) kabupaten kapuas memberi­kan pelatihan manajemen
Disdukcapil Lamandau Mulai Sosialisasikan Kartu Identitas Anak

Disdukcapil Lamandau Mulai Sosialisasikan Kartu Identitas Anak

nanga bulik -  dinas kependudukan dan pencatatan sipil (disdukcapil)