Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Bontang Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Pejalan Kaki Yang Ditabrak Ambulance Itu Kini Divisum

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 03 Oktober 2016 - 16:31 WIB

BORNEONEWS, Sampit --  Seorang pejalan kaki bernama Risnawati (39) warga Jl Tijilik Riwut Km 60, warga Desa Bukit Raya, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tewas, setelah ditabrak mobil ambulance, ketika hendak menyembrang jalan, Minggu (2/10/2016) sekitar pukul 19.30 malam.  Kini, jenazah Risnawati sedang divisum.

'Risna langsung tewas di tempat kejadian, karena dirinya terpental dan kepalanya langsung membentur aspal,' ujar Kebut, salah seorang keluarga korban, Senin (3/10/2016).

Ambulance tersebut dikendarai oleh Wawan Fitrianur (30) warga Jl H Anang Sentawi, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Saat kejadian, mobil itu tidak mengangkut pasien. Hanya saja ada dua orang perawat di dalamnya.

Sedangkan kejadian itu sendiri bermula ketika korban bermaksud untuk menyeberang jalan. Sesampainya disebrang, datang mobil ambulan yang melaju dari arah Palangka Raya menuju Kota Sampit. Hal itu tiba-tiba saja menabrak pejalan kaki itu.

Sehingga korban langsung terpental beberapa meter dari lokasi awal dia berdiri. Hal itupun membuat beberapa bagian badannya mengalami luka parah. Bahkan kepalanya yang terbentur aspal juga menjadi salah satu penyebab kematian perempuan yang memiliki dua anak tersebut.

Warga yang melihat hal itu langsung saja keluar rumah dan berupaya menolong korban. Sedangkan sopir dan dua perawat yang ada di dalam mobil tersebut juga ditahan warga, hingga aparat kepolisian datang, dan membawa korban ke RSUD Dr Murjani Sampit untuk divisum.

'Kejadian itu sangat cepat, apalagi korban saat itu sudah berada di seberang jalan, hanya saja tiba-tiba dia ditabrak oleh mobil ambulance yang bernomor polisi KH 1654 FU tersebut,' ungkap Kebut. (MH/*)

Berita Terbaru