Teror Bom Pertama di Samarinda

  • Oleh Budi Baskoro
  • 13 November 2016 - 16:55 WIB

BORNEONEWS, Samarinda - Teror bom melanda Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11/2016). Ledakan bom molotov terjadi di Gereja Oikumene Sengkotek, di Jalan Dr Cipto Mangunkusumo, Samarinda, pukul 10.10 Wita. Saat itu, sebagian jemaah gereja tengah beribadah, sedangkan sebagian lainnya berada di area parkir.

Juanda, terduga pelaku, yang pagi menjelang siang itu, bercelana dan kos hitam, melemparkan bom molotov dan langsung meledak, melukai empat orang, sebagian di antaranya, anak-anak. Setelah melemparkan bom, pelaku kabur dan terjun ke Sungai Mahakam. Warga di sekitar lokasi kejadian, sigap mengejar dan menangkap pelaku sebelum akhirnya diserahkan ke polisi.

Kapolres Samarinda, Komisaris Besar Setyobudi Dwi Putro, mengungkapkan, bom Gereja Oikumene itu, aksi teror pertama di wilayah itu. Sebelumnya, Ibu Kota Kalimantan Timur itu, jauh dari berbagai kasus teror.

“Ini kasus pertama aksi teror di Samarinda,” katanya kepada pers.

Kombes Setyobudi menyebutkan, kerukunan di antara umat beragama di wilayahnya, terjalin harmonis. Selama ini, menurut dia, tidak pernah ada permasalahan berbalut isu SARA yang menggelisahkan di Samarinda.

Polres Samarinda memastikan kasus bom gereja ditangani Detasemen Khusus Antiteror 88. Detasemen akan membantu dalam penyidikan tersangka yang diduga bernama Juhanda. Pemeriksaan tersangka dilakukan di Markas Polres Kota Samarinda. “Kami nantinya ikut membantu proses penyidikan kasus,” ujarnya. (MI/*/N).

Berita Terbaru