Alur Sungai Sekonyer Hancur, Batas TNTP jadi Tak Jelas

  • Oleh Raden Aryo Wicaksono
  • 08 Februari 2017 - 22:18 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Aktivitas penambangan liar telah menyebabkan alur Sungai Sekonyer di Kecamatan Kumai, Kotawaringin Barat (Kobar) menjadi rusak.

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I, Balai Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Saut Manalu mengungkapkan, ratusan meter alur Sungai Sekonyer rusak.

"Ada beberapa titik alur sungai yang rusak. Bahkan untuk dilewati speed boat atau perahu saja sudah tidak bisa. Karena sudah dangkal banget. Jadi sekarang tambang itu bukan lagi di daerah daratan. Tapi di atas sungai," kata Saut Manalu, Rabu (8/2/17).

Ia menjelaskan, kerusakan alur Sungai Sekonyer menyebabkan batas kawasan TNTP menjadi tidak jelas. Sungai Sekonyer itu sebelumnya merupakan batas alam yang memisahkan kawasan TNTP dengan wilayah desa. "Jadi sekarang kita jadi serba salah. Kalau ada penambang yang beraktivitas di lokasi yang rusak itu, bingung menindaknya. Mereka itu di dalam kawasan atau di luar. Soalnya di lapangan sudah tidak jelas."

Berdasarkan data Orangutan Foundation International (OFI), perusakan alur Sungai Sekonyer tersebut terjadi di sejumlah titik. Terparah terjadi di daerah Hampalam dan Danau Kawah. Perusakan alur sungai akibat aktivitas tambang liar di daerah mengakibatkan pendangkalan dan pencemaran sungai.

"Perusakan alur sungai itu juga memicu terjadinya pembukaan hutan. Banyak terjadi pencurian kayu di dalam kawasan TNTP. Jenis Tembaras dan Idat. Kayu-kayu itu digunakan untuk membuat lanting dan juga stik atau tongkat penyangga selang alat sedot tambang," imbuh Field Director OFI, Fajar Dewanto, Rabu (8/2/17). (RADEN ARIYO/B-10)

Berita Terbaru