Demi Penghematan, Calon Pemudik Nekat Bawa Istri Hamil Tua Menumpang Mobil Sayur dari Pundu - Sampit

  • Oleh Achmad Syihabuddin
  • 12 Juni 2018 - 04:40 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Niat mudik Budiman, seorang pekerja salah satu pekerja perkebunan sawit di Kotim, beserta anak istrinya kandas. Pasalnya, istrinya baru saja melahirkan bayi, satu hari sebelum mudik.

Bahkan, untuk menghemat uang, Budiman nekat membawa anak istrinya menumpang di bak belakang mobil angkutan sayur menuju Pelabuhan Sampit, dari perusahaan tempatnya bekerja di Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu.

"Ini untuk menghemat uang. Biaya mahal dari Pundu ke Sampit. Makanya kami menumpang di bak belakang mobil sayur dan gratis," kata Budiman polos, saat ditemui di RSUD dr Murjani Sampit, Senin (11/6/2018) malam.

Setibanya di Pelabuhan Sampit, Susi Susilawati (27), istri Budiman yang sudah hamil tua merasakan kontraksi. Dia pun langsung dibawa ke rumah sakit dan melahirkan di sana.

Setelah itu, lantaran persedian uang semakin menipis, Budiman takut biaya di rumah sakit semakin bertambah. Dia pun memutuskan keluar, dan nekat berniat membawa istrinya yang baru melahirkan, dan anaknya yang baru berusia satu hari mudik menggunakan kapal via pelabuhan Sampit.

"Uang saya sudah habis untuk berobat. Tiket belum dikantongi. Yang penting saya ke pelabuhan dulu, takut kalau bertahan di rumah sakit tambah banyak biaya yang dikeluarkan," kata Budiman.

Untungnya, petugas Polsek KPM menerima laporan ada pemudik yang membawa bayi baru berusia satu hari. Setelah itu, istri Budiman dan bayinya dibawa kembali ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-11)

Berita Terbaru