Bupati Kobar Imbau Masyarakat Tidak Terhasut Kampanye Negatif Industri Kelapa Sawit

  • Oleh Wahyu Krida
  • 07 Desember 2018 - 13:12 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Nurhidayah kembali mengimbau warga agar tidak mudah terhasut kampanye negatif dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) anti sawit yang diduga ditunggangi kepentingan asing.

Imbauan ini disampaikan bupati saat menghadiri acara penanaman kembali atau replanting Program Sawit Rakyat (PSR) KUD Karya Tani, Desa Pandu Senjaya, Kecamatan Pangkalan Lada, Kobar, Jumat (7/12/2018) pagi.

"Karena perkebunan sawit merupakan salah satu sektor penyangga ekonomi nasional dan daerah. Dampak adanya kampanye negatif tersebut. Salah satunya bisa kita rasakan bersama yaitu anjloknya harga buah sawit," jelasnya.

Walau demikian diharapkan perusahaan perkebunan dan masyarakat pemilik kebun sawit mandiri tetap optimis menghadapi cobaan tersebut. "Memang saat ini harga sawit sedang terjun bebas. Tapi yakinlah pemerintah akan mencari solusi untuk mengatasinya," tegasnya.

Bupati mengatakan untuk itulah diperlukan kebersamaan seluruh elemen baik masyarakat, pemerintah dan perusahaan untuk bersama menghadapi kampanye negatif tentang perkebunan sawit.

"Lantaran isu negatif tentang sawit ini adalah suatu bentuk perang dagang minyak nabati dunia yang dilemparkan oleh negara produsen minyak nabati di Eropa dan Amerika melalui LSM guna menghambat industri kelapa sawit kita. Tentunya kita harus kompak untuk bisa membantu pemeritah untuk melawan isu negatif mengenai perkebunan kelapa sawit," tandasnya. (YUDA/B-6)

Berita Terbaru