Harga CPO Berpotensi Kuat Hingga 2 Bulan Mendatang

  • Oleh Nedelya Ramadhani
  • 14 Mei 2019 - 09:16 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Ada harapan harga minyak sawit menguat dalam dua bulan ke depan seiring dengan turunnya stok minyak sawit. 

Dalam risetnya pekan ini, PublicInvest melihat stok minyak sawit di Malaysia akan yerus menurun hingga dua bulan ke depan karena produksi turun akibat libur panjang berkaitan dengan mudik dan merayakan Lebaran. 

Namun dari sisi performa korporat, selama kuartal I tahun ini, kinerja sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit diperkirakan naik turun akibat rendahnya harga minyak sawit mentah (CPO), yang rata-rata di level RM2.008/metrik ton, atau anjlok 18,6% year-on-year (y-o-y).

"Catatan positif kami, seluruh perusahaan perkebunan yang kami pantau mengalami kenaikan produksi tandan buah segar sawit  pada kuartal I," kata PublicInvest.

Pada April, stok minyak sawit merosot 6,6% month-on-month (m-o-m) menjadi 2,72 juta metrik ton, yang berada di bawah ekspektasi pasar yang sebesar 2,75  juta metrik ton, seiring penurunan produksi dan tingginya permintaan. 

Produksi minyak sawit Malaysia turun 1,4% m-o-m menjadi 1,64 juta metrik ton akibat penurunan produksi di kawasan timur Malaysia sebesar 2,8%. 

Sedangkan ekspor tumbuh 2% y-o-y menjadi 1,65 juta metrik ton berkat tingginya permintaan dari China dan India. Adapun perayaan selama Ramadan dan Idul Fitri juga ikut mendongkrak permintaan. (NEDELYA RAMADHANI/m)

Berita Terbaru