Ini Latar Belakang Tuduhan Purnama Sinaga terhadap PPDB di SMPN 2 Palangka Raya

  • Oleh Hermawan Dian Permana
  • 18 Juni 2019 - 19:16 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya – Inspektorat Kota Palangka Raya menjelaskan secara rinci hasil penyelidikannya terhadap kasus dugaan suap dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMPN 2 Palangka Raya.

Inspektur Inspektorat Kota Palangka Raya mengatakan, kasus tersebut berawal sebelum pembukaan PPDB pada 13 sampai 18 Mei 2019. Saat itu satu minggu sebelum hari raya Purnama Sinaga mencari orang yang bisa diminta tolong agar anaknya masuk SMP 2 Palangka Raya. 

“Ini jauh sebelum pengumuman, karena dia tahu ada zonasi. Dia meminta tolong ke oknum guru berinisial N yang bukan panitia PPDB,” ucap Alman di Aula Inspektorat, Selasa, 18 Juni 2019. 

Mereka, lanjut dia, bertemu saat di gereja dan bertanya ke N untuk meminta tolong. Di sana mereka berbicara tentang mahar uang. Kisarannya antara Rp 5 juta sampai Rp 8 juta. Namun di perjalannnya tidak sempat terjadi suap menyuap. 

Setelah itu dia bertemu dengan orangtua teman anaknya di SDN 7 Panarung. Kemudian, akhirnya diminta menemui M yang merupakan satpam SMPN 2 Palangka Raya. 

Di sana dia diarahkan bertemu F yang sebenarnya bukan orang SMPN 2 dan bukan orang Pemerintah Kota Palangka Raya. Alaman mengatakan, F ini bekerja di BKN tapi pihaknya belum melakukan penelusuran benar atau tidaknya.

“Inipun diakui oleh M, F dan N. Namun begitu kami umpan balik ke Purnama. Katanya ia sudah mendaftarkan anak ke SMPN 6 dan hanya ingin mencoba melihat di SMPN 2,” terangnya.

Hasil penyelidikan, lanjut Alman, terlihat Purnama Sinaga terlau cepat menyimpulkan jika pihak SMPN 2 Palangka Raya melakukan kecurangan atau melakukan pungutan liar.

Ia menjelaskan, anak Purnama Sinaga tidak masuk ke SMPN 2 Palangka Raya karena jarak rumah ke sekolah sangat jauh dan kurang sesuai zonasi.

“Namun ibu ini tetap ngotot anaknya masuk ke SMPN 2 Palangka Raya dengan cara lewat belakang,” bebernya.

Berita Terbaru