Apkasindo: Belum Saatnya Pungutan Ekspor Sawit Ditiadakan 

  • Oleh Nedelya Ramadhani
  • 28 Juni 2019 - 14:56 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Petani sawit yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) meminta pemerintah melanjutkan kebijakan pungutan ekspor sawit.

Menurut Ketua Umum DPP Apkasindo Gulat ME Manurung di Jakarta, Kamis (27/6/2019), manfaat dana pungutan ekspor telah dirasakan petani melalui berbagai kegiatan, seperti Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), beasiswa anak petani serta buruh sawit, dan pelatihan kompetensi petani.

"Apkasindo tegaskan pungutan ekspor harus dipertahankan, karena program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan perekonomian nasional serta daerah," ujarnya. 

Terkait tuduhan sejumlah pihak bahwa pungutan ekspor menjadi biang keladi turunnya harga TBS sawit petani belakangan ini, Gulat menolak hal itu.

"PE tidak ada kaitannya dengan penurunan harga TBS petani. Itu sebabnya, pungutan ekspor perlu diberlakukan kembali walaupun besarannya perlu disesuaikan," katanya.

Menurut dia, sejak pertengahan 2015, dana pungutan yang dikelola Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) sangat bermanfaat bagi para petani.

Sementara itu, Sekjen DPP Apkasindo Rino Afrino menyatakan, berdasarkan kajian tim pakar dan diskusi Apkasindo bahwa pungutan ekspor ditunda penerapannya sejak Desember 2018.

Artinya, sampai hari ini tidak ada pungutan yang dilakukan pemerintah, namun harga TBS sempat bergerak naik sampai Februari 2019 dan selanjutnya menukik turun sampai hari ini. (NEDELYA RAMADHANI/m)

Berita Terbaru