Ancaman Non Militer dapat Ditekan dengan Cara Ini 

  • Oleh Budi Yulianto
  • 23 Juli 2019 - 18:40 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Potensi ancaman non militer di Kalteng dinilai lebih diwaspadai ketimbang militer. Ini disampaikan Direktur Bela Negara Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan atau Ditjen Pothan Kemhan Republik Indonesia, Brigadir Jenderal TNI, Tandyo Budi R, Selasa, 23 Juli 2019.

Yakni setelan melakukan penutupan kegiatan sosialisasi dan evaluasi pembinaan kesadaran bela negara di Palangka Raya.

Menurutnya, ancaman non militer dapat ditekan dengan memperkuat pribadi seseorang agar selalu cinta terhadap tanah air. 

"Ancaman non militer bisa dieliminir dengan memperkuat pribadi kita. Memperkuat ke-Indonesia-an kita dan kecintaan kita terhadap Pancasila," kata Tandyo.

"Karena 3 hal pokok yang diinginkan sebuah negara yaitu kedaulatan, keutuhan dan keselamatan," imbuhnya.

Ia menuturkan, sumber daya manusia di Kalteng juga harus ditingkatkan guna menangkal segala kemungkinan ancaman. Terlebih lagi, Kalteng sebagai kandidat kuat ibu kota negara.

Terkait dengan pemindahan ibu kota, ia menyarankan agar masyarakat siap bersaing dan membuka pemikiran maupun wawasan.

"Mungkin saat ini gambaran Indonesia tercermin di Jakarta. Tapi 5 sampai 10 tahun ke depan bisa jadi tertuju ke Palangka Raya, Kalteng," tuntasnya. (BUDI YULIANTO/B-5)

Berita Terbaru