Penggerebekan Gembong Narkoba Bocor Terpantau CCTV

  • Oleh Agus Priyono
  • 19 Agustus 2019 - 17:58 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya – Bisnis narkotika di kawasan Puntun di Jalan Murjani dan seekitaran Jalan Riau, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, ternyata sudah terorganisir secara rapi.

Hal tersebut terbukti dengan gagalnya penangkapan gembong narkoba pada upaya penggerebekan markas penjualan narkoba yang berada di kawasan zona merah narkotika tersebut.

 

Kapolres Palangka Raya, AKBP Timbul RK Siregar mengatakan, jika upaya penggerebekan yang dilakukan oleh pihak kepolisian pada Selasa, 13 Agustus 2019 lalu telah lebih dahulu bocor. Sehingga para pelaku dapat mempersiapkan diri untuk kabur.

 

“Dari hasil penggerebekan kami tidak bisa menemukan seorangpun pelaku, karena informasi yang bocor, sehingga mereka bisa langsung kabur,” pungkas Timbul, Senin, 19 Agustus 2019.

 

Ia mengatakan, bocornya informasi penggerebekan tersebut terlihat dari rekaman CCTV yang ada di lokasi tempat penjualan sabu di puntun tersebut. Terlihat ada dua orang yang tengah meracik dan menjual sabu. Tiba-tiba terlihat salah seorang dari mereka menerima sebuah telepon.

Usai menerima telepon tersebut kedua orang tersebut lantas terburu-buru mengamankan sabu siap jual dan sejumlah uang, dan pergi meninggalkan lokasi. Hanya beberapa menit berselang aparat kepolisian yang datang mendapati lokasi telah kosong.

"Jadi, dari pantauan CCTV kami yakin jika kedatangan kami sudah dibocorkan oleh pihak lain yang melihat kedatangan kami kelokasi tersebut. Hanya sekitar tiga menit selisih waktu kami tiba dilokasi dengan kaburnya mereka," pungkasnya.

 Penggerebekan tersebut dilakukan atas tindak lanjut dari keterangan 10 orang tersangka yang berhasil diamankan. Mereka mengaku jika sabu tersebut dibeli dari seseorang bernama Amang yang berjualan sabu dilokasi tersebut. (AGUS/B-5)

Berita Terbaru