Kondisi Kerukan Hantipan Katingan Masih Dangkal

  • Oleh Abdul Gofur
  • 24 Agustus 2019 - 18:26 WIB

BORNEONEWS, Kasongan - Kondisi Kerukan Hantipan di wilayah Mendawai dan Katingan Kuala hingga saat ini masih sulit dilalui kelotok karena dangkal.

Pendangkalan Kerukan Hantipan yang menghubungkan wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur ini terjadi sudah sejak sebulan terakhir atau selama kemarau tahun ini.

Kerukan Hantipan ini panjangnya sekitar 30 kilometer, sebagian berada di wilayah Kabupaten Katingan dan sebagian masuk wilayah Kotim.

Sejauh ini Kerukan Hantipan menjadi transportasi andalan warga dua wilayah kecamatan di Katingan, yakni Mendawai dan Kecamatan Katingan Kuala.

Pasalnya, selama ini belum ada jalan darat yang tembus sampai Kasongan ibu kota Kabupaten Katingan.

"Kemarin saya baru datang dari Pegatan Kecamatan Katingan Kuala pulang ke Kasongan lewat Kerukan Hantipan, tapi kerukan kandas hingga beberapa kilometer," sebut Ahmad Kasmiran, Lurah di Pegatan Hilir Kecamatan Katingan Kuala saat berada di Kasongan, Sabtu, 24 Agustus 2019.

Menurutnya, ada beberapa titik kandas di Kerukan Hantipan itu. Saat kondisi dangkal seperti sekarang ini, ia harus berganti kelotok sebanyak dua kali, yakni dengan CES kelotok ukuran kecil dan kelotok yang agak besar muat sekitar 20-an penumpang.

Sebenarnya, katanya, ada alternatif lain jika ingin ke Kasongan yaitu melewai Sungai Katingan, namun sejauh ini belum ada trayek Pegatan menuju Kasongan atau sebaliknya. Ini disebabkan karena jaeak tempuh yang cukup jauh. Pun demikian melalui jalur Laut Jawa dari Pegatan - Sampit, namun melalui jalur laut resikonya tinggi karena gelombang besar. "Selama tidak ada hujan atau musim hujan, saya rasa Kerukan Hantipan ini masih saha dangkal, dan tidak bisa dilewati langsung oleh kelotok penumpang," imbuhnya. (ABDUL GOFUR/B-5)

Berita Terbaru