Budaya Menangkap Ikan ala Dayak Mendapat Perhatian Pemerintah Pusat

  • Oleh Testi Priscilla
  • 10 September 2019 - 14:06 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata atau Disbudpar Provinsi Kalimantan Tengah, Guntur Talajan mengatakan, budaya menangkap ikan ala Dayak telah mendapat perhatian secara nasional oleh pemerintah pusat karena dianggap sarat nilai budaya.

"Budaya menangkap ikan ala Dayak yang kita sebut mangaruhi itu ternyata mendapat tanggapan positif dari pusat, dalam hal ini Kementerian Kebudayaan dan Pariwista karena dianggap sarat nilai budaya," kata Guntur kepada Borneonews pada Selasa, 9 September 2019.

Bahkan, lanjut Guntur, Kemenbudpar menginginkan mulai sekarang Kalteng memperbanyak perlombaan-perlombaan mangaruhi ini dalam setiap kesempatan.

"Makanya dalam rangka HUT RI Agustus kemarin juga kita di Museum Balanga mengadakan lomba mangaruhi tersebut, sesuai instruksi pusat. Ternyata memang semarak sekali jadinya perayaan HUT ke 74 RI itu," terang Guntur.

Riuh rendah penuh tawa menurut Guntur tampak dan terdengar dari kerumunan orang yang menyaksikan tingkah polah belasan orang yang mengikuti lomba mangaruhi tersebut.

"Pesertanya juga terlihat serius mengendap-ngendap dan berjibaku pada sebuah kolam yang airnya keruh dan kotor, tapi itulah keseruannya. Menangkap ikan dengan tangan kosong, tanpa alat apapun, inilah yang dianggap sarat makna yang mengisyaratkan kedekatan masyarakat Dayak dengan alam. Tanpa alat yang dapat merusak lingkungan, masyarakat Dayak tetap bisa makan dari hasil alam," bebernya. (TESTI PRISCILLA/B-2)

Berita Terbaru