Akuisisi 2 Perusahaan Sawit, Produksi CPO Dharma Satya Melonjak

  • Oleh Nedelya Ramadhani
  • 15 September 2019 - 15:35 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Volume produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) PT Dharma Satya Nusantara Tbk. terdongkrak oleh dua anak usaha yang baru diakuisisi pada akhir tahun lalu.

"Segmen perkebunan sawit berkontribusi sekitar 80% terhadap pendapatan perseroan. Sisanya, sekitar 20% didapatkan dari segmen perkayuan," kata Head Corporate Communications Department, PT Dharma Satya Nusantara, Supriyadi Jamhir, di Jakarta, Kamis (11/9/2019).

Supriyadi menilai, produksi CPO meningkat untuk mengkompensasi harga yang lesu.

"Harga memang turun tapi produksi CPO kami naik sepanjang semester I tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Apalagi ada tambahan dari dua entitas baru," papar dia.

Pada akhir 2018, perusahaan dengan kode emiten DSNG ini mengakuisisi dua perusahaan perkebunan sawit, yakni PT Bima Palma Nugraha (BPN) dan PT Bima Agri Sawit (BAS). Dari keduanya, total kebun yang sudah menghasilkan sekitar 96.118 hektare, dengan rata-rata usia tanaman 9,3 tahun.

Berdasarkan data perseroan, produksi CPO Dharma Satya Nusantara pada 6 bulan pertama tercatat sebesar 262.000 ton, naik 40% dibandingkan dengan semester I tahun lalu. Adapun, volume penjualan CPO pada semester I tahun ini meningkat 61% secara tahunan menjadi 301.000 ton.

Kenaikan tersebut disebabkan oleh adanya peningkatan produksi CPO menyusul makin luasnya area kebun yang menghasilkan.

Sampai dengan paruh pertama 2019, DSNG membukukan penjualan Rp2,6 triliun, naik 22% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,12 triliun.

Berita Terbaru