Usaha Feri Penyeberangan di Tumbang Samba Katingan Terancam Lesu

  • Oleh Abdul Gofur
  • 05 Oktober 2019 - 17:22 WIB

BORNEONEWS, Kasongan - Usaha feri penyeberangan di Tumbang Samba, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan terancam mengalami kelesuan. Saat ini di Tumbang Samba telah dibangun jembatan penghubung dari Desa Telok menuju Tumbang Samba.

Namun Jembatan Tumbang Samba yang dibangun dari dana APBN hingga saat ini masih belum selesai. Tapi berdasarkan rencana bahwa jembatan itu bakal diselesai dikerjakan pada November 2019.

Pembangunan Jembatan Tumbang Samba itu sendiri dimulai sejak 2017 dengan menggunakan sistem tahun jamak atau multiyears.

"Kalau Jembatan Tumbang Samba selesai dibangun dan telah difungsikan nantinya, maka usaha feri penyeberangan milik warga di Tumbang Samba terutama yang dekat dengan jembatan nantinya akan hilang, sebab warga atau kendaraan yang mau menyeberang sungai tentu akan lebih memilih lewat jembatan, sebab tidak dipungut biaya," ujar Heri, warga Tumbang Samba, Sabtu 5 Oktober 2019.

Namun kata Heri bagi usaha fery yang agak jauh dari Jembatan Tumbang Samba, kemungkinan usaha feri penyeberangan milik masyarakat ini masih diminati, tapi tidak seramai dibanding belum ada jembatan.

Jembatan Tumbang Samba ini direncanakan selesai dibangun November 2019. Namun jika melihat kemajuan pembangunannya di lokasi, kemungkinan pembangunan jembatan itu tidak akan selesai hingga akhir tahun anggaran 2019 ini.

Pasalnya pembangunan jembatan ini masih belum tersambung antara Desa Telok dengan Desa Samba Danum terutama di bagian tengah.

Pembangunan Jembatan Tumbang Samba ini menelan biaya Rp 285 miliar dengan kontrak tahun jamak dikerjakan PT Wijaya Karya Persero TBK.

Jembatan ini memiliki bentangan panjang melintang di atas Sungai Katingan sepanjang 843 meter dan 108 meter merupakan struktur pelengkung baja. (ABDUL GOFUR/B-6)

Berita Terbaru