Gempa Lombok Tidak Berpotensi Tsunami

  • Oleh Tempo.co
  • 09 Oktober 2019 - 07:50 WIB

TEMPO.CO, Mataram - Gempa yang menggoyang Lombok, Nusa Tenggara Barat, pagi tadi, Rabu, 9 Oktober 2019, sekitar pukul 06.04.32 WITA tidak berpotensi tsunami. 

Gempa berkekuatan M=3,9 tersebut mengejutkan masyarakat, meski tidak berpotensi tsunami. Warga Kelurahan Dasan Agung, mengaku merasakan dua kali getaran gempa. Mereka pun berhamburan keluar rumah menuju ke jalanan.

Perangkat otomatis alarm milik warga berbunyi dua kali. Goyangan gempa seperti getaran truk melintasi jalan kampung. Belum ada laporan terjadinya kerusakan rumah penduduk.

Menurut Kepala Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (GMKG) Mataram Ardhianto Septiadhi, gempa itu dirasakan di wilayah Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara, dan Lombok Tengah.

Dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan yang getarannya dirasakan nyata dalam rumah. Berdasarkan hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami.   

"Tepatnya (gempa) berlokasi di laut," katanya. "Terasa getaran seakan-akan ada truk lewat."

Episenter terletak pada koordinat 8,38 LS dan 116,06 BT atau berjarak 11 kilometer barat daya Lombok Utara pada kedalaman 17 kilometer.

Ardhianto menjelaskan bahwa memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter gempa bumi yang terjadi berjenis gempa bumi dangkal akibat aktifitas back arc thrust.

Sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 4,3 mengguncang Lombok pada Sabtu, 4 Mei 2019. Gemuruh atap rumah terdengar sehingga mengagetkan masyarakat. Mereka secara langsung berlarian ke luar rumah.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mataram Agus Riyanto mengatakan dari hasil simulasi dan pemodelan tsunami (Tsunami Modeling), wilayah Lombok Selatan menyimpan potensi gempa megathrust berkekuatan magnitudo 8,5 dan gelombang tsunami dengan ketinggian mencapai 20 meter sejauh hingga lima kilometer.

Berita Terbaru