Petani Keramba Merugi akibat Perubahan Warna Air Sungai Jelai

  • Oleh Norhasanah
  • 11 Oktober 2019 - 15:20 WIB

BORNEONEWS, Sukamara - Berubahnya warna air Sungai Jelai dalam beberapa hari terakhir membuat petani keramba mengalami kerugian yang cukup besar. Pasalnya, perubahan warna air sungai menyebabkan banyak ikan yang mati.

"Akibat perubahan warna air sungai sejak dua hari terakhir ini sebanyak 30 kg ikan siap panen mati," ucap Lamran, pemilik keramba ikan di Sungai Jelai, Jumat, 11 Oktober 2019.

Menurutnya, bila kondisi air tidak kunjung membaik, dipastikan akan lebih banyak ikan yang mati. Tentunya kerugian yang dialami juga semakin besar.

"Selain ikan yang siap panen, ratusan bibit ikan juga mati. Kerugian ini dialami semua petambak. Jumlah kerugian juga kemungkinan akan terus bertambah karena biasanya kondisi seperti ini bisa berlangsung hingga sepekan," ujarnya.

Lamran menceritakan, perubahan warna air sungai sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Aakibat kejadian ini dia pernah mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

"Tahun 2016 saya sempat rugi hampir Rp 120 juta. Itu kerugian yang terbesar akibat perubahan warna air ini. Jumlah kerugian juga belum bisa tergantikan hingga sekarang," tuturnya.

Lamran berharap, kondisi air bisa kembali normal, sehingga kerugian yang ditanggungnya tidak semakin besar. (NORHASANAH/B-3)

Berita Terbaru