Musim Hujan, Perjalanan Darat ke Hulu Barito Terhambat

  • Oleh Reno
  • 17 Februari 2020 - 20:41 WIB

BORNEONEWS, Puruk Cahu - Saat musim hujan seperti ini warga yang tinggal di hulu Barito meliputi Kecamatan Seribu Riam dan Uut Murung selalu dihadapkan dengan jalan yang rusak.

Kondisi ini menjadi langganan tahunan bagi mereka, luasnya wilayah, kontur tanah berbukit dan terbatasnya anggaran menjadi penghambat perbaikan terhadap jalan menuju bagi hulu ini.

Camat Seribu Riam, Hendra Hadi Kusuma menuturkan persoalan ini menjadi yang krusial bagi penduduk di wilayah hulu Barito. Masyarakat sangat mendambakan jalan yang baik dan layak.

"Ketika dihadapkan dengan kondisi saat ini, musim hujan, maka tantangan terberat ketika menaiki tanjakan. Jalan yang berlumpur dan medan yang terjal menjadi saksi perjuangan warga menuju kota Puruk Cahu," kata Hendra, Senin 17 Februari 2020.

Dia menuturkan jalan yang dilalui warga Seribu Riam melewati puluhan bukit, namun tidak semua jalan yang nyaman untuk dilalui.

"Ketika mendapati jalan yang rusak tentu membutuhkan tenaga dan konsentrasi yang ekstra untuk melewatinya. Inilah bagian yang dirasakan masyarakat di wilayah hulu," ucapnya.

Hendra menambahkan saat musim hujan kondisi jalan yang menghambat perjalanan dan seharusnya lebih cepat maka tertunda beberapa jam hingga bisa sampai ke tujuan.

Meski demikian kehadiran perusahaan hak penguasaan hutan atau HPH, tambang batubara di wilayahya cukup membantu membuka keterisolasian daerah.

"Karena masyarakat sampai sekarang masih menggunakan jalan perusahaan, kita merasak terbantu atas kehadiran investor di wilayah hulu Barito ini," timpalnya. (RENO/B-6)

Berita Terbaru