Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Lombok Tengah Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Malinformasi Dinilai Kerap Digunakan untuk Serang Industri Kelapa Sawit

  • Oleh Testi Priscilla
  • 23 Desember 2020 - 21:40 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - CEO dan Chief Editor Warta Ekonomi, Muhamad Ihsan mengatakan bahwa ada 3 hal yang membedakan dalam penyebarluasan informasi. Yakni misinformasi, disinformasi, dan malinformasi.

"Misinformasi dan disinformasi merujuk pada kesalahan komunikasi dan koordinasi yang dilakukan, sehingga menimbulkan komunikasi publik keliru yang tidak disengaja," kata M Ihsan dalam Digitalks Sawit Indonesia Timur.

Sementara malinformasi, lanjutnya, yakni bentuk informasi yang sengaja diberikan dengan memanipulasi data untuk menggiring opini publik pada kasus tertentu.

"Malinformasi inilah yang selama ini dilakukan berbagai lembaga yang tidak setuju dengan keberadaan dan kemajuan industri kelapa sawit dengan memberikan label No Palm Oil," tambah M Ihsan.

Isu yang dibangun terhadap publik menurutnya selalu menjelaskan bagaimana tentang dampak negatif kelapa sawit.

"Hal ini lebih kepada isu politis atau perang dagang yang disusun Uni Eropa untuk mengurangi penggunaan kelapa sawit dengan menggunakan minyak nabati alternative yang diproduksi oleh mereka di sana. Jadi ini murni perang dagang sebenarnya," tambahnya. (TESTI PRISCILLA/B-11)

Berita Terbaru