Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Bangli Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Korban Serangan Buaya di Pelangsian Minta Bantuan Pengobatan ke Pemkab Kotim

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 02 Januari 2021 - 18:50 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Keluarga korban serangan buaya yakni seorang nenek bernama Bahriah (74), warga Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) minta perhatian dan bantuan pengobatan dari pemerintah. 

"Kami berharap kejadian ini menjadi perhatian dari pemerintah, baik agar tidak terulang. Kami juga mohon bantuan pengobatan nenek saya hingga sembuh," ujar Zulkifli, salah seorang cucu korban, Sabtu, 2 Januari 2021. 

Korban mengalami luka serius akibat serangan buaya tersebut. Yakni tangan kirinya putus dan kaki kirinya patah. Sehingga harus diberikan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit hingga saat ini. 

Keluarga korban sendiri berharap agar ada bantuan dari Dinas Sosial, terkait dengan biaya pengobatan dari nenek tersebut. Sehingga, ia bisa kembali sehat. 

"Mudah-mudahan ini menjadi perhatian pemerintah, dan nenek saya dapat bantuan sosial," kata Zulkifli. 

Sementara, nenek tersebut menjadi korban serangan buaya pada Jumat, 1 Januari 2021 sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu korban sedang buang air besar di jamban atau wc yang ada di lanting Sungai Mentaya. 

Setelah selesai, ia berniat cuci tangan di tangga yang lebih dekat dengan air sungai. Saat itulah buaya tersebut menyerangnya. Hingga korban berteriak minta tolong, dan warga uang yang mendengar berupaya menarik korban. 

Beruntung, saat itu tubuh korban terhalang tangga. Namun karena gigitan buaya sangat kuat, membuat tangan korban terputus. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)

Berita Terbaru