Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Medan Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Maret 2021, Kalteng Alami Inflasi

  • Oleh Donny Damara
  • 03 April 2021 - 16:50 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kalteng kembali mengalami inflasi sebesar 0,12 persen pada Maret 2021. Hal tersebut berdasarkan dua kota acuan yakni Palangka Raya dan Sampit.

Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro mengungkapkan adapun penyebab inflasi di Palangka Raya yaitu dipengaruhi oleh peningkatan indeks harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,75 persen.

"Kemudian ada juga kelompok penyedia makanan dan minuman atau restoran sebesar 0,13 persen serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,08 persen. Jika ditotal, inflasi di Palangka Raya sebesar 0,18 persen," kata Eko, Sabtu, 3 April 2021.

Selanjutnya, inflasi yang terjadi di Sampit yaitu dipengaruhi oleh peningkatan indeks harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,85 persen. Serta, kelompok penyedia makanan dan minuman atau restoran sebesar 0,39 persen.

Lalu ada juga kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,11 persen, sehingga secara keseluruhan inflasi terjadi di Sampit sebesar 0,04 persen.

"Sedangkan untuk laju inflasi tahun kalender yaitu sebesar 0,42 persen, dan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 1,01 persen," bebernya.

Dia mengungkapkan, dari 90 kota pantauan Indek Harga Konsumen (IHK) nasional ada 58 kota yang mengalami inflasi dan 32 kota deflasi selama Maret 2021.

Inflasi tertinggi terjadi di Jayapura yakni 1,07 persen dan deflasi tertinggi terjadi di Bau-bau yaitu sebesar 0,99 persen.

"Kalau untuk Palangka Raya menempati peringkat ke 31 kota inflasi di tingkat nasional, sedangkan Sampit menempati peringkat ke 55," pungkasnya. (DONNY D/B-11)

Berita Terbaru