Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Wonogiri Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Mengenal Heryanto STU, Sarjana Tukang Urut yang Tidak Bergelar Akademik

  • Oleh Agustinus Bole Malo
  • 31 Juli 2021 - 14:30 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Orang yang baru mengenal Heryanto STU pasti mengalami kesulitan memahami apa yang dibicarakan lajang 40 tahun ini. Bicaranya cepat dan kata-kata yang keluar dari mulutnya tidak terdengar jelas.

Ya, Heryanto memiliki keterbatasan dalam berkomunikasi, namun sebagian masyarakat di sekitar Kota Tamiang Layang dan Ampah Kabupaten Barito Timur serta Buntok Kabupaten Barito Selatan cukup mengenal pria yang bekerja sebagai tukang urut ini.

Tampilannya nyentrik dengan sablonan huruf kapital pada punggung bajunya bertuliskan: HERIYANTO STU SPESIALIS TUKANG URUT PIJAT
DARI BARTIM BARSEL AMPAH AWE MULIK BENGKANG TURAN
ARTINYA DI BAWAH INI
PANTANG MUNDUR MAJU TERUS TIDAK PILIH TUA MUDA ORANGNYA
LELAKI-PEREMPUAN
YANG HENDAK DIPIJAT URUT ORANGNYA
INILAH TULISAN MEMIJAT URUTNYA DAN DI SEBELAHNYA TULISAN
MEMBAYARNYA.

Selain tulisan di punggung bajunya, Heryanto juga mengalungkan selembar kertas yang sudah dilaminating dengan tulisan yang bunyinya sama. Pada sisi sebelah kertas tersebut juga terdapat tarif urut yang berkisar antara Rp 5.000 - Rp 50.000.

Saat ditanya arti akronim STU di belakang namanya, pria yang tinggal bersama adiknya di Perumahan Nansarunai Tamiang Layang ini mengaku singkatan tersebut berarti Sarjana Tukang Urut.

"Saya tidak kuliah, itu kawan yang bikin (yang memberi gelar seperti itu)," jawabnya singkat tanpa mengungkapkan latar belakang pendidikan yang pernah ditempuhnya.

Meski mengalami keterbatasan berkomunikasi namun Heryanto senang mengajak orang berbicara, selalu bersikap sopan dan memiliki kemampuan menirukan suara burung dan katak untuk menghibur lawan bicaranya.

Pria sederhana ini juga memiliki selera humor yang baik, ketika ditanya tentang pasangan hidup, dia menjawab dengan pribahasa yang cukup populer.

"Ingin hati memeluk gunung, namun apa daya tangan tak sampai," jawabnya singkat.

Heryanto yang telah menjadi tukang pijat sejak 17 tahun lalu atau tepatnya tahun 2004 ini mengaku ketrampilan pijat dan urut yang dimilikinya merupakan warisan turun-temurun dari nenek moyangnya yang merupakan orang Dayak.

Berita Terbaru