Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Warofen Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Mercedes Berharap Jaga Momentum Menuju Jeddah

  • Oleh ANTARA
  • 01 Desember 2021 - 16:21 WIB

BORNEONEWS, Jakarta - Bos tim Mercedes Toto Wolff semakin termotivasi melihat performa mobil mereka dalam dua balapan terakhir menuju seri penultima F1 musim 2021 di Jeddah, Arab Saudi akhir pekan ini.

Lewis Hamilton mencatat kemenangan sensasional di Brazil dan Qatar sehingga memangkas jarak dengan pemuncak klasemen sementara Max Verstappen menjadi delapan poin saja.

Sang pebalap Red Bull berpeluang mengunci titel pertama dalam kariernya apabila membawa pulang 18 poin lebih banyak dari Hamilton di Jeddah.

Sedangkan Mercedes unggul lima poin dari Red Bull untuk perebutan gelar juara konstruktor dengan dua balapan tersisa.

"Dua balapan lagi, dan dua gelar masih harus ditentukan.... Kedua titel masih terbuka lebar dan misi kami jelas," kata Wolff dikutip laman resmi tim.

"Terakhir kali kita melihat balapan yang sempurna dari Lewis di Qatar, mengendalikan balapan dari start hingga finis, dan kebangkitan yang kuat dari Valtteri sebelum ban bocor menyingkirkannya dari persaingan.

"Mobil ini tampil baik akhir-akhir ini dan mungkin berada dalam kondisi yang terbaik sepanjang musim, dengan para pebalap percaya diri untuk mendorong batasannya. Ini menyemangati kami menuju balapan-balapan terakhir dan memberi kami momentum kuat untuk melaju ke depan."

Mercedes dan tim-tim rival akan menghadapi tantangan yang sama sekali baru di Jeddah ketika Sirkuit Corniche di pesisir Laut Merah itu menjalani debut dalam kalender F1 musim ini.

Trek tersebut akan menjadi sirkuit jalan raya tercepat yang ada dalam kalender F1, serta terpanjang kedua setelah Spa-Francorchamps.

Dengan 27 tikungan, Sirkuit Corniche juga akan menjadi trek yang memiliki tikungan terbanyak dalam kalender tahun ini.

Mobil dapat melaju dengan kecepatan rata-rata 248 km per jam dan kecepatan puncak mencapai 320 km per jam di balapan malam sirkuit jalan raya Jeddah tersebut.

"Jeddah merupakan tantangan yang sama sekali baru, trek yang sama sekali baru untuk dipahami... mengumpulkan informasi sebanyak mungkin di sesi-sesi awal akan sangat vital," kata Wolff.

ANTARA

Berita Terbaru