Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Tidore Kepulauan Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Warga Ampah Swadaya Perbaiki Jembatan Ulin Peninggalan Zaman Belanda

  • Oleh Agustinus Bole Malo
  • 21 Mei 2022 - 15:40 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Bagi Masyarakat Kabupaten Barito Timur khususnya warga Kelurahan Ampah Kota di Kecamatan Dusun Tengah, keberadaan Jembatan Bakubung (beratap) atau lebih dikenal dengan sebutan Jembatan Belanda memiliki nilai historis karena dibangun pada zaman penjajahan Belanda.

Itu sebabnya, meski sudah dibangunkan jembatan beton yang jauh lebih kokoh sebagai pengganti jembatan yang membentang di atas Sungai Karau dan menghubungkan RT 01 dan RT 33 di Kelurahan Ampah Kota tersebut, warga di sana tetap berupaya mempertahankan keberadaannya.

"Sudah beberapa kali warga bergotong royong dan mengumpulkan sumbangan untuk memperbaiki jembatan ini. Kadang kami juga meminta sumbangan sukarela dari pedagang pasar," ungkap Sayuti, Relawan rescue BPK Samuja Ampah di sela kegiatan perbaikan jembatan tersebut, Sabtu, 21 Mei 2022.

Dia menjelaskan, saat ini kondisi jembatan berbahan kayu ulin yang dibangun sekitar tahun 1928 tersebut cukup memprihatinkan karena banyak bagian dari jembatan yang sudah rusak. Terlihat atap juga jembatan itu juga dipenuhi tumbuhan liar yang merambat.

"Rangka jembatan banyak yang lepas kalau air Sungai Karau pasang, sedangkan atapnya hampir 70 persen tidak bisa digunakan," papar Sayuti.

Dia menambahkan, sejak diganti dengan jembatan beton sekitar tahun 1990-an, Jembatan Belanda yang pada masanya merupakan penghubung utama dari Banjarmasin menuju Muara Teweh dan Puruk Cahu itu belum pernah diperbaiki oleh pemerintah padahal selain memiliki nilai sejarah, jembatan tersebut digunakan warga sehari-hari untuk ke pasar maupun ke musholla.

"Jadi sekarang warga mengganti bagian-bagian jembatan yang rusak terutama lantai dengan kayu seadanya sesuai dengan kemampuan warga," lanjutnya.

Menurut Sayuti, warga setempat sangat berharap kepedulian pemerintah untuk membantu melestarikan keberadaan jembatan ulin yang membentang sepanjang 28 meter tersebut karena merupakan bukti sejarah peninggalan zaman kolonial Belanda.

"Ini merupakan salah satu jembatan bersejarah yang seharusnya dijaga  keberadaan sebagai bukti bahwa di Barito Timur khususnya Ampah punya jembatan bekas peninggalan zaman Belanda," ujar Sayuti. (BOLE MALO/B-5)

Berita Terbaru