Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Tidore Kepulauan Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Jasa Prof.Dr.Birute Mary Galdikas Ikut Menjaga Kelestarian Alam dan Orangutan Patut Diapresiasi

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 04 Juli 2022 - 13:11 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Seorang wanita yang legendaris, dengan aksinya sebagai penjaga kelestarian alam untuk menyelamatkan Orangutan ditengah himpitan pembukaan lahan, di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Jasa Prof.Dr.Birute Mary Galdikas, patut diberi apresiasi.

Hingga saat ini, diusia yang menginjak 76 tahun dan baru saja duka diterimanya setelah suaminya Bohap Bin Jalan, ia tetap berjalan menjadi Presiden Orangutan Foundatioan International (OFI) dan Yayasan Orangutan International Kalimantan (YOIK).

Atas kinerja dan dedikasinya selama ini, salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Barat, Sri Lestari menyampaikan apresiasi dan salut, karena kesemangatan Prof Birute, Orangutan sampai saat ini masih bisa dijumpai di Taman Nasional Tanjung Puting.

"Benar-benar luar biasa Ibu Profeosr Birute, walaupun usianya sudah cukup senja tapi masih bisa mengendalikan kegiatannya," kata Sri Lestari, saat dikonfirmasi belum lama ini.

Sri Lestari menuturkan, jika Prof.Dr.Birute Mary Galdikas, telah banyak menorehkan jasa-jasanya dalam menjaga kelestarian alam dan primatanya, untuk Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar),  Kalimantan Tengah dan dunia. Mengingat, Kalimantan merupakan paru - paru dunia.

"Hanya beliaulah satu-satunya wanita di dunia yang telah berhasil menyelamatkan kehidupan orangutan dihabitatnya di hutan Taman Nasional Tanjung Puting, yang telah membawa harum nama Kotawaringin Barat kemanca Negara," ungkap Sri Lestari.

Lanjutnya, Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) bisa terkenal ke Asia dan Eropa, juga berkat jasa-jasa Ibu Birute, karena TNTP telah menjadi salah satu koloni Orangutan terbesar di dunia.

Sri Berharap, kedepan perlu ada monumen atau simbol khsusu untuk mengenang jasa Prof.Dr.Birute Mary Galdikas. Agar generasi muda saat ini dan akan datang, memahami betul perjuangan beliau dalam menjaga alam dan habitatnya. Sehingga hal baik tersebut dapat diteruskan. (DANANG/B-6)

Berita Terbaru