Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Bolmong Selatan Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Pemerintah Diharapkan Beri Kepastian Terhadap Lahan Masyarakat yang Masuk Area Food Estate Singkong di Gunung Mas

  • Oleh Donny Damara
  • 02 November 2022 - 14:50 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Kalteng, Duwel Rawing berharap pemerintah agar dapat memberikan kepastian terhadap lahan masyarakat yang masuk area food etate singkong di Kabupaten Gunung Mas khususnya food etate singkong

Saat reses di wilayah itu dirinya ada menerima aspirasi terkait kekhawatiran masyarakat yang punya lahan di area food etate singkong teruma yang memiliki sertifikat hak milik (SHM). Masyarakat resah takut lahan mereka diambil secara sepihak oleh pemerintah.

"Ini penting untuk diperhatikan dan disosialisasikan lagi, pemerintah harus bisa memberikan kepastian terhadap lahan masyarakat itu supaya mereka bisa tenang dan tidak resah terhadap persoalan yang terjadi saat ini, apalagi mereka memiliki SHM," katanya, Rabu, 2 November 2022.

Disebutkannya bahwa, wajar jika masyarakat di Desa Sepang Kota khawatir terhadap lahan yang dimiliki itu akan diambil secara sepihak oleh pemerintah, terlebih lagi area lahan yang ada tersebut masih aktif digunakan masyarakat setempat untuk berkebun atau sebagai lahan pertanian.

Terlepas dari itu, ia menyampaikan kepada masyarakat lahan yang telah memiliki SHM yang diterbitkan oleh pemerintah tidak bisa begitu saja diambil alih, dan apabila itu terjadi maka harus melewati persidangan atau keputusan pengadilan, serta pemerintah harus membayar ganti rugi lahan tersebut.

"Aturan dan mekanismenya itu sudah diatur didalam perundanga-undangan, jadi tidak bisa pemerintah mengambil begitu saja secara sepihak. Apabila terjadi, maka masyarakat bisa menuntut melalui pengadilan atau meminta ganti rugi lahan yang diambil," jelasnya.

Dia berharap persoalan atas kekhawatiran masyarakat di Desa Sepang Kota ini dapat diselesaikan dengan baik oleh pemerintah terutama Pemerintah Daerah Gumas, dengan pendekatan humanis dan memberikan penjelasan mengenai nasib lahan masyarakat yang masuk area kawasan food estate singkong tersebut. (DONNY D/B-6)

Berita Terbaru