Badan Restorasi Gambut akan Cek Semua Sumur Bor di Kalimantan Tengah

  • Oleh Budi Yulianto
  • 10 September 2019 - 19:52 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Restorasi Gambut atau BRG akan memeriksa semua sumur bor dan fasilitas infrastruktur pembasahan gambut atau IPG lainnya yang telah dibangun di Kalimantan Tengah. 

Ini untuk memastikan apakah sumur bor maupun IPG yang dibangun sejak 2017 bisa berfungsi dengan baik untuk melakukan pembasahan termasuk penanganan kebakaran di lahan gambut.  

"Kita sedang mengecek seluruh fasilitas tanpa terkecuali," kata Kepala BRG, Nazir Foead dalam rilisnya kepada borneonews, Selasa, 10 September 2019.

Upaya tersebut sebagai bentuk tindaklanjut atas adanya kabar yang menyebutkan dugaan pembangunan sumur bor fiktif di Desa Henda, Kabupaten Pulang Pisau. Jika benar itu fiktif, Nazir menyesakkan hal itu. 

Oleh sebab itu, pihaknya akan melakukan pengawasan lebih ketat dalam proses pembangunan maupun pemeliharaan sumur bor dan IPG lainnya. 

Nazir juga menegaskan bahwa BRG berkomitmen menjaga transparansi dalam pelaksanaan restorasi gambut. Ia juga menyebut bahwa setiap tahun BPK melakukan audit berkaitan dengan laporan keuangan. 

"Kami pun juga mendapat arahan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar bisa menjalankan kebijakan anti korupsi," ungkapnya.

"Jumlah IPG yang dibangun sangat banyak, ribuan unit. Maka pemeriksaan memerlukan waktu. Di Kalimantan Tengah, pemeriksaan sudah dimulai awal pekan lalu dan terus berlangsung hingga saat ini. Terhadap dugaan pembangunan sumur bor fiktif tersebut juga sedang dilakukan investigasi oleh BRG," tuturnya.

Dalam rilis itu, disampaikan pula bahwa pembangunan sekat kanal dan sumur bor tidak hanya dilakukan oleh BRG tetapi juga melibatkan sejumlah pihak lainnya. (BUDI YULIANTO/B-6)

Berita Terbaru