Dharma Satya Berharap Banyak Pada Kebijakan Biodiesel

  • Oleh Nedelya Ramadhani
  • 15 September 2019 - 14:25 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Emiten perkebunan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) mencoba bertahan dari efek isu negatif produk sawit dan berusaha mempertahankan kenaikan produksi CPO.

"Kami masih optimistis dengan prospek CPO yang diperkirakan membaik dengan kebijakan mandatory B20 pada September tahun lalu dan rencana penerapan B30 tahun ini," kata Head Corporate Communications Department PT Dharma Satya Nusantara, Supriyadi Jamhir, di Jakarta, pekan ini.

Untuk tahun ini, menurut Supriyadi, memang ada masalah kampanye negatif produk sawit tapi diharapkan tidak akan mempengaruhi permintaan sawit.

Berdasarkan data perseroan, produksi CPO Dharma Satya Nusantara pada 6 bulan pertama tercatat sebesar 262.000 ton, naik 40% dibandingkan dengan semester I tahun lalu.

Adapun untuk volume penjualan CPO perseroan pada semester I tahun ini meningkat 61% secara tahunan menjadi 301.000 ton.

"Kenaikan tersebut didorong oleh adanya peningkatan produksi CPO menyusul makin luasnya area kebun yang menghasilkan," ujarnya.

Sampai dengan paruh pertama 2019, DSNG membukukan penjualan Rp2,6 triliun, naik 22% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp2,12 triliun. (NEDELYA RAMADHANI/m)

Berita Terbaru