Warga Lawang Uru Gelar Ritual Tolak Bala untuk Hentikan Kematian Beruntun

  • Oleh Arnoldus Maku
  • 18 September 2019 - 22:22 WIB

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Sebagian warga Desa Lawang Uru, Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau melakukan ritual tolak bala, Rabu 18 September 2019. Ritual adat ini dilakukan sebagai upaya menghentikan kematian beruntun warga Desa Lawang Uru yang terjadi dalam 2 bulan terakhir.

Upacara adat yang disebut dengan Pakanan Sahur Lewu ini dilakukan selama 3 hari dengan intensi dan keyakinan agar peristiwa kematian beruntun yang terjadi selama kurang lebih 2 bulan belakangan ini tidak terjadi lagi.

Ketua Panitia Pakanan Sahur, Egi mengatakan upacara adat ini dilakukan sebagai bentuk keyakinan dan kepercayaan masyarakat yang sudah diwariskan sejak dulu kala.

Adanya sejumlah peristiwa kematian dalam 2 bulan belakangan ini membuatnya resah. Sehingga pihaknya menggelar Pakanan Sahur untuk menghentikan kematian beruntun tersebut.

“Ritual Pakanan Sahur merupakan kepercayaan kami dalam menghadapi masalah besar yang menimpa desa. Jika orang tidak mempercayai masalah ini tidak menjadi masalah. Yang jelas kami melakukan pakanan Sahur bukan untuk diri pribadi, tapi untuk orang banyak,” tuturnya kepada borneonews.co.id.

Lanjutnya, siapapun yang hadir dalam ritual ini sangat mereka harapakan dan diterima dengan baik tanpa ada paksaan apapun. Karena hal ini merupakan sebuah keyakinan dan demi kepentingan banyak orang.

Awak borneonews.co.id saat berada di lokasi melihat dan menyaksikan puluhan warga Desa Lawang Uru bahu membahu mempersiapkan acara pakanan sahur yang diperuntukan kepada Petahu atau yang dipercaya sebagai penunggu kampung sekaligus sebagai pelindung kampung. (ARNOL/B-6)

Berita Terbaru