Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Gunung Sitoli Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Lokakarya Virtual Edukasi Pencegahan Karhutla Diikuti Ratusan Guru di Kalimantan dan Papua

  • Oleh Testi Priscilla
  • 14 Agustus 2020 - 21:20 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ratusan guru di Kalimantan dan Papua berpartisipasi dalam lokakarya virtual edukasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang diselenggarakan oleh Sinar Mas Agribusiness and Food tanggal 10 Agustus lalu.

"Ini merupakan lokakarya kedua di mana kegiatan serupa diselenggarakan Perusahaan bersama 200 guru dari enam provinsi di Sumatera pada akhir Juli lalu," kata Managing Director Sustainability, Sinar Mas Agribusiness and Food, Agus Purnomo dalam rilisnya pada Jumat, 14 Agustus 2020.

Lokakarya virtual edukasi pencegahan karhutla merupakan tindak lanjut dari peluncuran buku cerita Rumbun dan Sahabat Rimba pada awal 2020. Tujuannya adalah anak-anak memahami dampak karhutla dan cara pencegahannya melalui proses edukasi yang menarik dan menyenangkan.

"Setelah sukses dengan lokakarya virtual edukasi pencegahan karhutla pertama di Sumatera, kami ingin memperluas dan memberikan kesempatan yang sama kepada para guru di Kalimantan dan Papua. Harapannya, anak-anak dari ujung Barat dan Timur Indonesia dapat memahami pentingnya

mencegah karhutla dengan cara yang menarik dan menyenangkan. Sehingga kelak ketika mereka dewasa, kejadian karhutla dapat dihindari," jelas Agus lagi.

Dengan adanya pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia, lanjutnya, pelaksanaan kegiatan lokakarya ini menghadapi tantangan tersendiri. Rencana awal, kegiatan akan dilakukan melalui tatap muka langsung. Namun, penyesuaian dilakukan dari berbagai sisi termasuk mengubah konsep pelaksanaan menjadi virtual. Selain itu, konektivitas internet yang bervariasi di tanah air juga menjadi perhatian tersendiri. Ditambah perbedaan waktu wilayah Kalimantan dan Papua, membuat beberapa peserta harus memulai kegiatan lebih pagi.

Kegiatan edukasi yang dilakukan melalui lokakarya ini diharapkan dapat membangun kesadaran secara perlahan kepada masyarakat khususnya anak-anak sebagai generasi penerus sekaligus melengkapi inisiatif Perusahaan yang sudah berjalan sejak 2016, Desa Makmur Peduli Api (DMPA).

Peserta lokakarya sangat antusias mengikuti pelatihan ini. Pertanyaan demi pertanyaan muncul dari para guru karena konten materi yang sangat berhubungan dengan kehidupan mereka sehari-hari maupun terkait pengembangan kapasitas mereka. Walhasil, beberapa pertanyaan harus dijawab setelah acara melalui surat elektronik (e-mail) karena keterbatasan waktu.

"Kami pengajar dari Papua juga perlu mendapatkan pengetahuan edukasi pencegahan karhutla. Terlebih, hutan bagi masyarakat Papua adalah hal yang sangat penting. Selain menyuplai oksigen, hutan adalah bagian dari adat kami," jelas Afni Bagunda, peserta dari Papua.

Kalimantan menjadi sasaran kegiatan mengingat area terbakar di luar konsesi kelapa sawit yang tinggi pada 2019 khususnya Kalimantan Barat, Tengah dan Selatan. Tidak kalah, Papua juga mengalami kebakaran lahan yang luas yaitu lebih dari 100.000 hektar.

Berita Terbaru