Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Sleman Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Brand Sepatu Bogor Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi UMKM

  • Oleh ANTARA
  • 15 Maret 2021 - 12:10 WIB

BORNEONEWS, Jakarta - Selama pandemi COVID-19, banyak pengusaha, utamanya para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terpaksa menutup bisnisnya karena kesulitan memasarkan produk. Namun tak demikian saat usaha sudah terdigitalisasi, salah satunya memanfaatkan teknologi lewat e-commerce.

Salah satu pengusaha UMKM yang mendulang cuan saat pandemi COVID-19 bahkan menembus pasar ekspor adalah Uda Irman asal Ciomas, Bogor, Jawa Barat lewat jenama produk sepatu wanita Pollenzo kreasinya.

Setelah melewati kegagalan berulang kali mencoba menjadi pengusaha dengan membuat kue dan membuka kafe, pada tahun pertengahan tahun 2000 Uda Irman yang pada saat itu menjadi karyawan toko sepatu, kian bertekad untuk memulai peruntungannya untuk menjadi pengusaha sepatu.

Setelah mencari pengalaman, menggali info, dan mencoba eksperimen desain personalnya, ternyata mendapatkan antusiasme yang cukup baik dan hal itulah yang membekali keberanian Uda Irman untuk memulai bisnis.

Setelah mengumpulkan modal dan membuka usaha sendiri secara offline, memasuki tahun ke-6, bisnisnya tumbang karena menyadari masih minim pengetahuan dan strategi bisnis yang berkelanjutan.

Mulai digitalisasi dan pentingnya eksposur

Akhir tahun 2015 Uda Irman mulai merambah lagi bisnis sepatu ke dunia digital dengan modal seadanya. Ia yakin usahanya bisa berkembang semua itu berkat doa dan dukungan ibunya.

Saat itu, pendekatan bisnis masih diawali secara massal di semua media sosial dengan penjualan kurang lebih 10 transaksi per hari.

Uda Irman kian bersemangat saat melihat teman-temannya bisa mendapatkan pesanan yang banyak. Setelah berupaya mencari tahu, rupanya banyaknya pesanan tersebut dibantu melalui sebuah platform e-commerce yaitu Shopee.

Ia pun langsung bersemangat untuk membangun bisnisnya lebih besar lagi bersama Shopee. Perjalanannya selama kurang lebih lima tahun bersama Shopee berhasil membuahkan hasil yang sangat baik, di mana usaha sepatu rumahannya yang berawal dari satu gudang kini berkembang menjadi tiga gudang di daerah Bogor, dan juga berhasil menciptakan lapangan kerja untuk karyawan yang lebih banyak lagi dari awalnya 5 orang hingga kini menjadi 25 orang.

"Memulai usaha itu tidak semudah membalikkan telapak tangan dan butuh proses. Kita harus sabar, konsisten, fokus dengan tujuan, dan yakin dengan diri sendiri. Perjalanan saya dari awal buka di Shopee hingga sekarang memang luar biasa, jika dibandingkan dengan awal buka, sekarang penjualan saya sudah naik 20 kali lipat. Tidak bisa dipungkiri saya juga dibantu sama Shopee untuk menaikkan penjualan dan mendapatkan eksposur dengan fitur-fitur yang ada di Seller Center," kata Uda Irman.

Product insight dan market input yang didapatkan oleh Uda Irman juga membantunya menggali lebih dalam lagi tentang potensi produk yang bisa ia kembangkan. Misalnya, untuk jenis produk sepatu perempuan, penting bagi seorang penjual untuk bisa menyesuaikan dengan pangsa pasar yang dituju. Karena menyasar target milenial, Uda Irman tahu ia harus membuat produk- produk baru yang menjawab tren dan berkualitas.

Uda Irman mengaku, ia telah merasakan manfaat dari keikutsertaan toko online- nya dalam rangkaian program dan fitur yang diadakan oleh Shopee. Mulai dari flash sale, diskon ongkir, promo iklan, voucher toko, promo kampanye, semua diikutinya.

Berita Terbaru