Hujan Deras, Trigana Air tak Bisa Mendarat di Pangkalan Bun

  • Oleh Cecep Herdi
  • 26 Maret 2017 - 15:50 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Hujan deras yang mengguyur wilayah Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, sejak Sabtu (25/3/2017) menyebabkan pesawat Trigana Air jenis Boeing 734 dari Jakarta gagal mendarat di Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Minggu (26/3/2017) pagi. Pesawat terpaksa dialihkan ke Semarang, Jawa Tengah karena jarak visibility di Bandara Iskandar tak memungkinkan Pilot landing di landasan.

"Gak bisa landing. Jadinya divert (dialihkan) ke Semarang," ungkap salah satu petugas Trigana Air Pangkalan Bun, Nuno.

Ia menerangkan visibility atau jarak pandang pagi tadi sekitar 4.000 meter. "Sangat berbahaya untuk pesawat jenis boieng 734."

Pantauan FCT BMKG Pangkalan Bun, visibility terpantau 4.000 m di wilayah Bandara. Jarak pandang rendah disebabka hujan yang terus mengguyur dari Sabtu hingga Minggu siang tadi.

Dalam akun Facebook, Pimpinan Cabang BNI Pangkalan Bun, Maslipansyah, Minggu siang, sempat mengungkapkan, terlantar di Bandara Ahmad Yani, Semarang, menanti pesawat Trigana yang tidak jelas jadwalnya untuk mengangkut penumpang kembali ke Pangkalan Bun. "Akhirnya, tambah semalam lagi di Semarang, gara-gara Trigana batal terbang ke Pbun."

Meski begitu, ia berterima kasih kepada manajemen Trigana atas perhatiannya kepada penumpang,  dengan menyediakan transport dan hotel gratis. "Mudah2an besok lancar, bisa terbang tepat waktu, soalnya malu sama mesin absen kalau sampai telat masuk kerja. Semoga.......". (CECEP HERDI/N).

Berita Terbaru