Kuartal I, Trafik Bongkar Muat Pelindo I Melorot karena Pandemi

  • Oleh Teras.id
  • 23 Mei 2020 - 13:40 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Sepanjang kuartal I 2020, trafik bongkar muat barang di pelabuhan milik PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I melorot 12,78 persen lantaran terimbas dampak pandemi virus corona. Lalu-lintas bongkar muat barang pada Januari-Maret tahun ini hanya mencapai 9.479.541 ton, sedangkan periode yang sama tahun lalu menyentuh 10.868.240 ton.

"Wabah covid-19 di sejumlah negara mengakibatkan berkurangnya bongkar muat general cargo pada cabang Pelabuhan Belawan, Tanjungpinang, dan Pekanbaru serta menurunnya permintaan ekspor komoditi CPO (crude palm oil/minyak sawit mentah)," tutur Senior Vice President Sekretariat Perusahaan Pelindo I Imron Eryandy seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Sabtu, 23 Mei 2020.

Kendati begitu, kondisi realisasi bongkar muat peti kemas yang dicatatkan perseroan berbanding terbalik dengan trafiknya. Imron menjelaskan, kegiatan bongkar muat peti kemas di pelabuhan milik Pelindo I pada kuartal I justru meningkat 2,82 persen daripada periode yang sama 2019, yakni dari 258.462 boks menjadi 265.755 boks.

Peningkatan tersebut setara dengan 327.742 TEUs yang tumbuh 3,13 persen dibandingkan tahun lalu yang sebesar 317.808 TEUs. Kondisi ini, kata Imron, didorong oleh meningkatnya kegiatan bongkar muat peti kemas dalam negeri menjelang Idul Fitri di Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan dan TPK Perawang, Pekanbaru.

Di sisi lain, Pelindo I juga mencatatkan kenaikan arus kunjungan kapal sebesar 14,88 persen pada kuartal yang sama.

"Pada 2020 ada 17.613 call. Sedangkan kuartal I 2019 hanya 15.331 call," tuturnya. Bila dihitung dengan ukuran gross tonnage, kunjungan kapal kuartal I 2020 setara dengan 39,1 juta GT.

Adapun arus penumpang di beberapa terminal penumpang yang dikelola Pelindo 1 pun mengalami peningkatan secara kumulatif. Arus penumpang untuk kuartal I terekam sebanyak 1,3 juta orang alias terkerek 8,89 persen dibandingkan periode pada tahun sebelumnya yang sebanyak 1,2 juta orang.

Peningkatan ini didorong bertambahnya jumlah penumpang di cabang Pelabuhan Tanjungpinang dan Tanjung Balai Karimun. Meski demikian, Imron mengungkapkan ada tren penurunan penumpang dari bulan ke bulan. Arus penumpang Februari, misalnya, turun lebih dari 100 ribu penumpang ketimbang Januari. Begitu juga dengan Maret yang melorot 500 ribu daripada bulan sebelumnya.

(TERAS.ID)

Berita Terbaru