Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Morowali Utara Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Habitat Rusak, Orangutan Sering Masuk Permukiman

  • 01 Februari 2016 - 16:23 WIB

LAPORAN: MUHAMMAD HAMIM

SEJUMLAH warga Desa Terantang, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringi Timur (Kotim) dibuat resah. Hal ini disebabkan semakin banyaknya orang utan yang masuk ke wilayah permukiman.

Hal itu disampaikan Wahab (28 tahun), warga Desa Terantang. Di mana dalam sepekan terakhir, orang utan sering masuk ke pemukiman mereka. Jumlahnya pun cukup banyak, bahkan bisa mencapai lima sampai tujuh ekoran yang terlihat. "Sudah banyak warga sini yang melihat. Beruntung tidak ada warga yang diserang," ujar Wahab, saat dibincangi Borneonews, Senin (1/2/2016).

Kawanan orang utan memasuki permukiman warga, diduga akibat bahan makanan di hutan sudah tidak ada lagi. Hal itu didasari karena hewan tersebut acap kali mengambil buah-buahan seperti rambutan, dan langsat di kebun masyarakat. "Iya kalau buahnya ada terus, tidak apa-apa, kalau sudah habis Bisa saja mereka masuk ke rumah warga untuk mencari makan," ungkap Wahab.

Hal yang sama juga diungkapkan Syahruni, kawanan orang utan yang sering memasuki permukiman warga ini berukurangan sangat besar. Hal ini membuat masyarakat takut, apalagi hewan tersebut dikenal sangat kuat. Jadi sangat membahayakan warga. "Yang kami takutkan hewan itu menyerang kami."

Terpisah, Komandan BKSDA Sampit Muriansyah mengatakan, mereka sudah menerima laporan warga Desa Terantang tersebut. Namun hingga kini belum sempat dilakukan pengecekan atau observasi.

'Terus terang kami kewalahan, karena cukup banyak informasi yang masuk, bahkan pada Senin (1/2/2016) saja juga ada laporan orang utan di Jalan Jendral Sudirman Km 27, namun belum juga kami lakukan pengecekan. Keterbatasan petugas juga menjadi kendala kami bertindak cepat,' ungkap Muriansyah.  (MH/B-7)

Berita Terbaru